Copyright © 2015 Nasrullah. Powered by Blogger.
Showing posts with label Pengalaman ku. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman ku. Show all posts

Tahun Pertamaku Kuliah di STIS

Sebelumnya, aku sudah membahas tentang kuliah di STIS. Mungkin kemarin pembahasannya hanya sekedar latar belakang masuk STIS. Kali ini, aku akan membahas secara tuntas apa saja yang aku lakukan selama satu tahun di STIS. Mungkin pembahasanya tidak sebanyak kemarin, karena aku merasa tidak terlalu banyak melakukan apapun di tahun pertamaku ini.





  • Kelas ku
Pertama yang akan aku bahas adalah kelasku pada saat tingkat 1. Entah beruntung atau tidak, aku berada di kelas 1F. Kelas tersebutlah titik awal aku menjalani perkuliahan di STIS selama 4 tahun ke depan. Di kelas ini juga aku banyak bertemu dengan teman-teman baru yang berbagai macam suku dan daerahnya masing-masing. Ada yang orang Batak, Padang, Jawa, Lombok, Toraja dan banyak lagi yang tak bisa ku sebutkan satu per satu.

Anak-anak kelas 1F

Awalnya, aku agak canggung dan masih malu-malu saat awal-awal kuliah. Mungkin mereka juga merasakan hal yang sama juga. Tapi lama-kelamaan, kami akhirnya sudah mulai akrab, mungkin karena sudah kenal satu sama lain. Di kelas, aku memang diketahui sebagai orang yang pendiam tapi terkadang juga enggak. Mungkin tergantung mood aku pengen seperti apa aku hari itu.

Biasanya, aku duduk di barisan belakang, karena dengan duduk di belakang tidak akan ada yang bisa melihat aku saat aku melakukan sesuatu hal tertentu, misalnya tidur, main game dll. Mungkin hanya orang di samping saja yang bisa melihat itu tapi mereka pun pasti mengerti bahkan melakukan hal yang sama. Tapi ada satu mata kuliah yang mengharuskan laki-laki duduk di depan dan terpaksa harus memperhatikan selama perkuliahan dan Alhamdulillah aku dapat C+ dia mata kuliah itu. Memang sesuatu yang terpaksa itu tidak baik. Mungkin itu salah aku karena membuat itu menjadi beban (jadi curhat :v).

Suka duka, manis pahit, canda tangis, kami alami bersama dalam satu tahun (btw kapan pernah nangis bersama :D). Tentu "suka, manis, dan canda" yang sering aku rasakan di kelas ini. Mereka semua baik kepadaku tapi mungkin terkadang aku tidak baik kepada mereka (maafkan aku). Aku jarang ngobrol di grup WA, aku jarang ikut KSM (kelompok studi mahasiswa), aku jarang ikut saat mereka jalan-jalan dan kumpul bareng, aku jarang berinterkasi dengan mereka, aku jarang membantu mereka saat susah. That's my bad. Sekali lagi maafkan aku. Mungkin aku egois terhadap sifatku ini. Aku memang orangnya suka sendiri, tak suka minta bantuan orang lain karena takut bikin orang susah, tak suka membantu orang saat ada masalah karena takut masalah orang malah jadi tambah besar (kok jadi buka-bukaan gini ya). Pokoknya itu keburukanku memang, harapannya aku bisa mengubah itu semua sedikit demi sedikit di kelas baruku di tingkat 2.

Sekarang, di tingkat 2, aku berada di kelas 2KS2. Di kelas ini bertemu lagi dengan teman-teman baru walau ada 2 orang yang dari kelas 1F. Semoga aku bisa beradaptasi dan mengubah sifatku tadi di kelas ini. Mungkin aku akan menceritakan tentang kelas ini di postingan berikut-berikutnya.

Ada satu video kenangan yang dibuat oleh teman sekelasku di 1F.



  • Perkuliahan ku
Selanjutnya, aku akan membahas perkuliahanku. Pada tingkat 1, aku mempelajari beberapa mata kuliah yaitu semester pertama : Pendidikan Agama, Kalkulus 1, Pengantar Demografi, Pengantar Teknologi Informasi, Bahasa Inggris 1, Metode Statistik 1, Aljabar Linier. Semester 2 : Pengantar Teori Peluang, Kalkulus 2, Algoritma dan Pemrograman, Bahasa Indonesia, Pengantar Sosiologi, Pengantar Ekonomi, Bahasa Inggris 2, Analisis Data Eksploratif (mungkin ada yang ketinggalan). Pada dasarnya, semua itu adalah mata kuliah pokok atau mata kuliah dasar yang harus dipelajari untuk mempermudah mempelajari mata kuliah berikutnya.

Dari semua mata kuliah itu tentu ada yang aku bisa dan yang tidak bisa atau susah aku pelajari. Berdasarkan nilai yang kudapat, aku tergolong cukup paham di mata kuliah Kalkulus 1, Pengantar Teknologi Informasi, Kalkulus 2, Algoritma dan Pemrograman, Bahasa Indonesia, Pengantar Ekonomi, karena aku dapat grade A disitu (rentang nilai 80 - 100) dan aku tergolong payah di mata kuliah Pengantar Sosiologi (mungkin karena aku jarang sosialisasi), Bahasa Inggris 2 (mungkin karena aku terbiasa mendengar bahasa jepang), Analisi Data Eksploratif (tak tau kenapa), karena aku mendapat nilai C di mata kuliah itu semua (rentang nilai 55 - 68 ? ). Kemugkinan alasannya karena aku tidak suka dosennya dan cara mengajarnya. Itu sangat mempengaruhi performa aku (down 50%). Tapi, bagaimana pun juga, aku menghargai semua dosen yang ada karena merekalah yang memberikan ilmu kepadaku, jadi mungkin memang aku yang salah, mungkin karena kurang belajar.

  • UKM ku
Terakhir aku akan membahas UKM ku atau Unit Kegiatan Mahasiswa ku. Tanpa ada alasan yang jelas, aku bergabung disebuah organisasi yang katanya akan memberikan wadah atau forum untuk mahasiswa STIS agar bisa menjadi statistisi yang handal. Nama organisasi itu adalah FORKAS (Forum Informasi dan Kajian Statistik). Alasan aku masuk disana karena namanya keren, udah itu aja (gak jelas kan alasanya).

Disinilah aku belajar berorganisasi dan bekerja sama. Pengalaman selama satu tahun di Forkas tentu tak akan pernah kulupakan. Pengalaman terbesarku selama ini di Forkas yaitu pernah 'dipercaya' (bisa diganti dengan kata 'dipaksa') untuk menjadi ketua panitia di suatu acara berbentuk seminar yang kami sebut Kajian Statistik. Padahal aku tidak pernah sama sekali menjadi ketua panitia sebelumnya. Belum lagi aku harus membawahi kakak-kakak yang sudah senior di Forkas. Tapi, teman-teman dan kakak-kakak selalu membantu dan mendukung aku dari belakang. Hal itulah yang membuat aku percaya diri dan akhirnya acara tersebut sukses terlaksana dengan lancar.

Mungkin itu saja cerita satu tahunku di STIS. Terima kasih sudah membaca cerita yang tidak terlalu penting ini. Tunggu tahun depan untuk pembahasan "Tahun keduaku kuliah di STIS". Sampai jumpa.

Kuliah di STIS

Sudah sangat lama saya tidak posting di blog ini kalau tidak salah sudah hampir satu tahun (lama juga ya, kemana aja). Terakhir posting itu sekitar bulan Mei 2015 dan sekarang hampir Mei 2016. Alasan saya tidak posting satu tahun ini karena kemarin fokus mendaftar kuliah dan setelah diterima fokus kuliah di semester 1 yang penuh tantangan (bukan berarti semester 2 ini gak fokus).

Kali ini saya akan menceritakan tentang dunia pendidikan saya yang baru (yang membuat saya jarang nge-blog lagi) yaitu dunia perkuliahan dan Alhamdulillah saya diterima di kampus hebat yaitu STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik). Mungkin masih banyak yang belum tahu tentang kampus ini padahal kampus ini merupakan salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan yang mahasiswanya mendapatkan jaminan pekerjaan (PNS) saat lulus nanti. Banyak yang akan saya bahas di postingan kali ini (karena udah setahun gak blog jadi dilampiaskan di sini).

  • Profil STIS
Pertama saya akan membahas tentang profil kampus saya terlebih dahulu.

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik atau biasa kami singkat STIS (bacanya eS Te I eS ya bukan setis) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan, sama seperti PKN-STAN, STMKG, IPDN dll. Letak kampus saya ini di Jl. Otto Iskandardinata (biasa disingkat Otista) No. 64 C, Jakarta Timur (Cek Google Map kalo gak percaya). Terus yang dipelajari di kampus ini sudah jelas ya dari nama kampusnya yaitu disini kami memperdalam ilmu statistik. Statistik disini tidak hanya membahas rata-rata, modus, median dll yang dibahas di SMP dan SMA. Statistik disini lebih ke aplikasinya. Dikampus ini terdapat dua jurusan yaitu Statistika dan Komputasi Statistik yang keduanya merupakan D4 atau setara dengan S1. Dan ditahun 2016 ini ada jurusan baru yakni D3 Statistika (Saya gak tahu seperti apa karena baru ada dan masih belum ada angkatannya). Mungkin itu saja yang saya bahas untuk profil kampus saya yang saya jelaskan berdasarkan pengetahuan saya saja. Jadi kalau misal ingin tahu lebih lanjut bisa di search aja di google atau di websitenya yaitu di stis.ac.id.

  • Pengalaman Saat Seleksi Pendaftaran

Selanjutnya saya akan membahas perjuangan saya dari awal pendaftaran sampai bisa diterima di STIS.

Awal cerita yaitu bermula saat ada dua orang berpakaian dinas berwarna biru dengan gagahnya masuk ke kelas saat saya masih kelas 3 SMA. Ternyata dua orang tersebut adalah mahasiswa STIS yang sedang melakukan sosialisasi untuk mempromosikan kampus mereka. Dan ternyata salah satu dari dua orang tersebut adalah alumni dari SMA saya. Awalnya saya tidak tertarik dan tidak memperhatikan apa yang mereka sosialisasikan. Mereka pun juga mempromosikan tentang Try Out Nasional (Tonas) sebagai uji coba tes masuk STIS. Hampir setengah dikelas saya ikut kegiatan tersebut dan saya masih saja tetap tidak peduli karena saya tidak tertarik awalnya, tapi saya pernah ingat bahwa STIS ini pernah direkomendasikan guru saya ke saya saat masih kelas 2 SMA. Sehingga saya coba deh untuk ikut Tonas di Banjarmasin sekalian waktu itu saya pengen ke Gramedia untuk membeli buku persiapan SBMPTN.

Karena hujan deras saya pun terlambat 45 menit untuk ikut Tonas dan saya langsung mengerjakan soal yang telah disiapkan. Soalnya itu gampang-gampang susah dan saya juga pesimistis pasti tidak dapat hasil yang bagus karena saya tertinggal 45 menit dari peserta lainnya ditambah lagi peserta lainnya yaitu dari SMA Banua yang merupakan sekolah kumpulan anak-anak pintar di Kalimantan Selatan.

Sebenarnya alasan saya jadi tidak tertarik adalah saya tidak percaya diri bahwa saya mampu bersaing dan saya dengar tahun kemarin yang mendaftar di STIS ada sekitar 26.000 dan yang diterima hanya sekitar 500. Secara peluang sangat kecil sekali jadi itu yang membuat saya tidak tertarik. Terus apa yang membuat saya tertarik. Saya tertarik saat saya melihat hasil tonas yang telah diperingkatkan se regional (Kalimantan) dan nasional. Saya terkejut dengan hasil tersebut karena di regional kalimantan saya dapat peringkat 44 dari 300-an peserta dan di nasional saya peringkat 900-an dari ... (lupa saya). Jujur saya terkejut padahal saya tidak ada persiapan saat tonas dan terlampat pula 45 menit. Oleh karena itu saya langsung tertarik dan saya langsung kasih tahu orang tua saya bahwa saya mau daftar di STIS dan Alhamdulillah keduanya setuju walau ayah saya sedikit kurang setuju karena jauh sedangkan ibu saya sangat setuju dan malah langsung kasih uang pendaftaran. Saya pun langsung mendaftar dan belajar dengan serius setelah itu.

Tanggal 9 Mei 2015, Tahap 1 yaitu Tes akademik meliputi Matematika, Bahasa Inggris dan Pengetahuan Umum. Alhamdulillah tidak terlambat seperti sebelumnya dan juga banyak yang saya jawab terlebih di matematika (karena saya memang bisa di bidang ini) dan kurang di Bahasa Inggris (Jujur saya bego bahasa inggris). Saya pun sedikit cemas di tes tahap 1 ini karena jumlah pendaftarnya yaitu 32.000 yang artinya lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tanggal 23 Mei 2015 adalah hari pengumuman tahap 1 dan kebetulan bertepatan dengan acara Perpisahan dan pengukuhan di SMA saya. Dari 2500 yang diterima ternyata dipengumuman tersebut ada nomor peserta saya yang artinya saya lulus di tahap 1 ini. Saya pun langsung fokus ke tahap 2 yang dilaksanakan seminggu kedepan atau 30 Mei 2015.

Pada tahap 2 ini sebenarnya tidak ada yang spesial dan yang di tes adalah psikotes (tes gambar, matematika dasar dll) yang tidak begitu sulit menurut saya dan saya pun sangat optimistis bisa lanjut ke tahap 3 dan ternyata optimistis saya terbayarkan saat pengumuman tahap 2 saya dinyatakan lolos. Pada tahap 3 sebenarnya bisa dikatakan sudah pasti 90% diterima karena hanya tes kesehatan dan wawancara dan menurut saya itu tidak jadi masalah tapi tetap dengan serius saya jalani. Dan pengumuman penentu yaitu pengumuman tahap terakhir ini. Saya awalnya agak gugup membuka file pdf yang berupa pengumaman tersebut. Saya buka dan saya cari nomor peserta saya dan Alhamdulillah ada, tanpa basa basi saya langsung pulang kerumah (kebetulan saat itu tidak dirumah) langsung memberi tahu orang tua saya dan tampak semua senang.

Saya pun siap-siap untuk ke Jakarta untuk melakukan daftar ulang dan sekaligus menetap di sana untuk kuliah. Saya ke Jakarta bersama dengan ayah saya dikarenakan wajib membawa salah satu Orang tua/Wali. Saya pun ada kendala untuk ke Jakarta yaitu uang. Mungkin ini yang membuat ayah saya kurang setuju dan saya lihat pun ayah saya bekerja lebih keras dari biasanya dan aku agak sedikit merasa bersalah tapi rasa bersalah itu hilang saat ayah saya bilang kalau bangga dengan saya yang mau berjuang untuk kuliah. Jujur saya dari keluarga miskin dan andai saya tidak dapat beasiswa kuliah seperti di STIS, saya pasti tidak bisa kuliah karena orang tua saya tidak mampu. Entah kenapa tiba-tiba biaya untuk ke Jakarta sudah ada orang tua saya punya. Dan saya dengar uang itu hasil sedikit menjual tanah, menjual padi dan berhutang di keluarga. Saya pun sedih mendengarnya tapi itu merupakan motivasi saya untuk mengganti atas apa yang orang tua korbankan untuk saya.

  • Kuliah di STIS

Saya pun resmi jadi mahasiswa STIS walau sebelumnya saya harus menjalani Masa Pengenalan dan Pembentukan Karakter (MP2K) (Sejenis Ospek gitu lah). MP2K kali ini berlangsung 1 bulan (tapi gak setiap hari juga). MP2K terdiri dari 2 kegiatan yaitu pertama di kampus dan kedua di markas TNI. Kegiatan di kampus yaitu berlangsung selama 5 hari yang kegiatannya meliputi pengenalan kampus dan indoor. Kegiatannya pun santai cuma duduk di auditorium, dengarkan kuliah umum dari beberapa narasumber dan tidak ada tuh main-main fisik jadi sumpah santai banget. Main-main fisiknya saat di Markas TNI (YonArmed Bradjamusti) di Bogor dan berlangsung juga sekitar 5 hari. Pada kegiatan ini bernama Bela Negara yang dilatih langsung oleh tentara yang kegiatannya indoor dan outdoor. Kegiatannya asyik asyik capek sih. MP2K pun diakhir dengan kegiatan inagurasi yang sebagai titik resmi kami jadi mahasiswa STIS. Dan dimasa ini lah saya bertemu dengan teman baru di kelompok saya baik kelompok saat di kampus (Kelompok Aljabar Linier) maupun saat bela negara (Pleton 4).

Setelah MP2K, kami pun dikasih libur 10 hari sebelum kuliah dan entah kenapa orang tua saya menyuruh untuk pulang padahal biaya pulang pergi Jakarta-Banjarmasin kurang lebih satu juta rupiah. Setelah mendengarkan alasannya, ternyata saya memang harus pulang karena ada kabar yang bagus karena Alhamdulillah saya mendapat beasiswa dari Dinas Pendidikan Kalsel atas meraihnya juara 3 nilai UN tertinggi di Kabupaten sebesar 50 juta rupiah. Saya pun harus pulang untuk menandatangani penerimaan uang tersebut. Saya pun kaget saat orang tua saya bilang karena saya tidak menduga akan dapat uang sebanyak itu. Dengan uang itu lah saya bisa mengganti uang yang telah orang tua saya berikan saat sebelum masuk di STIS. Dan juga saya melaksanakan Aqiqah bersama orang tua saya dan 3 saudara saya. Selain itu juga saya berikan untuk memperbaiki rumah saya dan sisanya untuk kehidupan saya sehari-hari kuliah di Jakarta tanpa minta uang lagi dengan orang tua saya kalau bisa selamanya saya tidak ingin membenani orang tua lagi.

Setelah libur yang menyenangkan saya kembali lagi ke Jakarta dan saya berada di kelas 1F sampai sekarang ini. Di kelas inilah awal saya memulai perkuliahan bersama teman-teman baru saya yang berasal dari seluruh nusantara.

Setelah satu semester kuliah dan Alhamdulillah saya tidak di DO (Drop Out/Dikeluarkan) dengan IP yang lumayan yaitu 3.7. Saat itu saya dapat libur semester dan pulang lagi ke Kalimantan Selatan sekalian untuk melakukan sosialisasi ke SMA saya. Dan sekarang saya memulai lagi kuliah di semester 2.

  • Enak dan Tidak Enak Kuliah di STIS
Dalam menjalani sesuatu pasti ada yang enak dan tidak enaknya. Dan saat kuliah di STIS pun juga sama selama satu semester ini. Enak nya kuliah di STIS yang paling umum itu cuma 3. Satu, kuliah gratis. Dua, dapat tunjangan ikatan dinas 1 juta rupiah/bulan. Tiga, ada jaminan lulus kuliah langsung jadi kerja di BPS (Badan Pusat Statistik) sebagai PNS dengan golongan 3A. Itu tadi enaknya kuliah di STIS secara umum (yang semua mahasiswa STIS rasakan) tapi selain tiga itu ada beberapa lagi yang membuat saya enak. Pertama, banyak teman dari seluruh nusantara dan kedua pengalaman hidup di ibu kota negara, Jakarta.

Sekarang membahas tidak enak (sedikit kurang enak, biar lebih halus) selama kuliah di STIS (pendapat pribadi saya saja). Pertama, agak sedikit khawatir tentang lingkungan Jakarta yang banyak kriminalitas. Kedua, jauh dari keluarga (hanya berlaku untuk perantauan dari luar jawa). Dan terakhir, mungkin ini sangat pendapat pribadi yaitu tugas kuliahnya banyak banget (resiko anak kuliah sih sebenarnya).

Ini Kampus Saya

Teman sekelas (1F)

Oke jadi itu tadi cerita dari saya yang panjang banget ini (balas dendam karena sudah setahun gak nge-blog). Saya usahakan mulai sekarang agak dirajikan nge-blog. Semoga postingan saya kali ini sedikit bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih. -N

Mengapa sial selalu menghampiriku ?

Sudah hampir tiga minggu aku gak ngeblog dan bikin tangan aku gatal ingin mencet keyboard lagi dan baru ini kesampaian. Gak ngeblog karena masalah pendidikan, menjalankan try out untuk persiapan ujian nasional. Pendidikan itu penting guys (kalimat tak padu). Ok kita langsung to the point aja.

Semua orang pasti pernah mendapatkan kesialan, salah satunya aku sendiri. Kalau aku bukan pernah lagi tapi sering menerima kesialan. Entah kenapa sial selalu menghampiriku bahkan ada dalam satu hari penuh (24 jam) terkena sial yang beruntun. Tapi dulu sih sekitar bulan Agustus tahun 2014 yang lalu, gak apa-apa kan aku ceritakan biar kalian gak sial kayak aku
.
Awalnya yaitu suatu pagi dihari Selasa dan aku bangun kesiangan gara-gara internetan sampai larut malam. Bergegas aku mandi dan berpakaian. Saat sudah rapi berpakaian ternyata perut mules dan harus ke WC untuk mengatasinya. Tetapi saat sampai di WC ternyata cuma kentut doang -_- (sial-1). Merasa sudah terlambat, aku menaiki motor dengan cepatnya. Karena disaat seperti itulah jiwa balap terpendam kita muncul dan hampir aja nabrak orang yang mau menyeberang.

Jarak rumah aku dengan sekolah yaitu 6 km yang biasanya ditempuh 20 menit, kali ini Cuma 10 menit. Sampai disekolah dengan wajah penuh kepastian dan tetap saja terlambat.Terpaksa harus menjalani hukuman berjalan jongkok satu keliling penuh lapangan upacara kira-kira 100 m + di liat siswa lain, pokoknya malu tingkat dewa (sial-2).


Melepas malu aku langsung kedalam kelas dan ditanya-tanya kenapa bisa terlambat, sok perhatian banget sama aku. Untung guru masih belum masuk kedalam kelas jadi tidak dihukum lagi. Tapi gak lama guru yang mengajarkan pelajaran fisika masuk ke kelas kami. Guru fisika kami memang terkenal humoris tapi juga suka mencubit siswa yang salah saat pelajaran beliau. Entah kenapa aku bersama 4 teman cowok di kelas ku dipanggil ke depan, padahal kami merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Tiba-tiba muncul seorang guru lain yang masuk ke kelas kami dengan membawa gunting ditangannya. Dan ternyata beliau ingin memotong-motong kami dengan ganasnya dan yang dipotong adalah rambut kami karena sudah panjang. Rambut kami dipotong tidak begitu rapi sehingga memalukan kalau dilihat (sial-3). Untung saat itu membawa topi jadi tidak terlalu malu. Dan siswa kelas lain juga memakai topi untuk menutupi malunya (untung banyak teman yang seperti aku juga).

Pulang sekolah dan sampai dirumah, setelah makan siang aku berencana untuk merapikan potongan rambut di salon normal bukan salon banci. Setelah itu aku langsung ke tempat tujuan yaitu salon yang bernama salon sari. Aku berangkat menggunakan sepeda motor. Selang berjalan sekitar 1 km, tiba-tiba saja ban belakang sepeda motor aku jadi flat atau rata atau kempes (sial-4). Untung saja aku gak ngebut, coba kalo ngebut gak cuma ban yang bocor tapi kepala juga. Dan yang lebih untung lagi, jarak 30 m dari posisi aku, terlihat label bertuliskan tambal ban. Gak tau apakah itu kebetulan atau apa ? yang penting bannya ditambal.

Selesai nambal ban, langsung tuh ke salon dan terpaksa mengantri. Aku harus menunggu dua orang lagi karena aku giliran ketiga (kalimat tak penting). Setelah 20 menit baru sampai digiliranku dan tukang potong ramputnya melihat sambil memancarkan senyum, tapi senyumnya senyum kampret. Aku tahu senyum itu menahan tawa melihat rambutku yang tak simetris (tak beraturan). Tanpa kompromi dia langsung potong rambut aku tanpa terlebih dahulu menanyakan gaya rambut yang aku inginkan.
"Kok main potong aja, gak ditanyain dulu mau potongan gimana ?" tanya aku.
"Pasti gaya tentara kan, sama kayak pelanggan-pelanggan sebelumnya" jawab dia.
"Kalau boleh tahu bisa gak ya rambutnya gak usah dipotong tapi disambung biar rambutku kayak kemarin lagi ?"
"Ya bisa sih tapi ini kan tempat potong rambut bukan tempat sambung rambut"
"Iya juga ya" benak aku.

Selesai dari salon dengan gaya rambut seperti mau daftar akademi polisi atau militer aku pulang kerumah dan Alhamdulillah selamat. Untung saja gak ada sial yang ke lima cuma sampai empat aja. Aku tak tahu jawaban dari pertanyaan judul postingan ini sampai sekarang. Mungkin hanya cobaan saja. Bye

Permainan aku sejak SMP

POINTBLANK ... itulah permainan aku sejak SMP yang aku mainkan sampai sekarang. Apa kalian tahu
permainan tersebut ? Mungkin bagi yang sering ke warnet untuk main game online permainan ini sudah tidak asing lagi bagi mereka. Kalau emang mau tau gimana mainnya, coba lihat dulu cuplikan permainan aku di bawah ini










Kalau dilihat dari video itu sih, aku gak terlalu hebat dan gak terlalu gak hebat juga. Pertengahan saja lah.

Kenapa permainan ini bisa aku mainkan sejak dulu ?? jawabannya mudah karena terpengaruh teman hahaha (pengaruh yang gak terlalu buruk jadi gak apa-apa). Aku dari SMP udah sering kewarnet cuma mau googling, facebook (saat masih alay nama facebooknya) dan mig33 (saat masih rame nih sosial media). Tetapi aku melihat temen aku kok dia sering banget ke warnet dan katanya dia main sesuatu game online baru yaitu Point blank (waktu itu Point blank masih baru). Entah mengapa aku jadi terpengaruh dan minta ajarin gimana sih cara mainnya. Tapi temen aku gak mau ngajarin, katanya dia juga baru main permainan itu. Jadi terpaksa main sendiri.

Walau di awal aku mainnya cacat banget tapi kan wajar masih proses pembelajaran. Dan lama kelamaan aku akhirnya jago banget main dan mengingat juga uang yang ku keluarkan tidak lah sedikit. Tapi yang menjengkalkan saat aku mulai bisa main PB nya, eh ada kabar yang tidak mengenakan yaitu maraknya pemain lain yang memakai software curang atau kami menyebutnya cheat. Karena ada cheat, aku memutuskan untuk tidak bermain lagi karena percuma juga main pasti kalah sama cheat.

Tapi setelah 1 tahun lebih, teman aku bilang kalau cheat sudah mulai tidak ada lagi karena keamanan game Point Blank sudah bagus dari sebelumnya jadi aku memutuskan untuk main kembali. Tetapi skill aku tidak seperti dulu lagi. Aku pun bermain seperti dari 0. Terpaksa aku bermain lagi sampai jago lagi seperti semula dan sampai sekarang masih belum begitu jago.

Itu saja cerita aku. terima kasih

About My Sunday



Sunday atau dalam bahasa Indonesia itu adalah hari minggu yang mana merupakan hari libur yang paling dinantikan oleh semua orang terutama pelajar. Yang akan saya ceritakan kali ini yaitu bagaimana atau apa yang biasa saya lakukan setiap hari minggu. Apa ada perbedaan minggu ini dengan minggu kemarin atau sama-sama saja. Tapi tidak ada yang namanya tetap atau sama hari ke hari. Pasti ada perbedaan setiap minggunya. Karena perbedaan itu sehingga hari minggu di bedakan menjadi tiga yaitu minggu terbaik, minggu biasa-biasa saja dan minggu terburuk.

  • Minggu terbaik ku
Minggu terbaik ku yaitu pada saat jalan-jalan ke water boom bersama keluarga saya. Kebetulan hari minggu itu memang saat masa-masa liburan. Jadi hari itu sekalian buat refreshing setelah pusing habis belajar sekolah. Kami yang berjumlah tujuh orang berangkat menggunakan mobil milik paman saya menuju kota Banjarmasin. Jarak antara tempat saya dan kota Banjarmasin yaitu sekitar 60 km, jadi kami berangkat dari jam 08.00 pagi dan sampai di sana sekitar jam 10.00 pagi atau sekitar 2 jam.

Sesampainya di sana kami semua langsung menuju loket pembayaran tiket masuk dan ternyata antrian sudah panjang. Menunggu sekitar 15 menit dan dapat lah selembar kertas kecil berharga Rp. 60.000 yang merupakan tiket masuk ke dalam water boom tersebut. Di dalam kami mencoba semua wahana dan ada satu yang paling mengerikan.

Bagian terbaiknya yaitu merasakan kebahagian bermain bersama keluarga. Pasti kalian juga tahu bagaimana rasanya kalau bisa berkumpul dan bercanda tawa bersama keluarga. Pokoknya waktu itu sangat spektakuler. Ditambah lagi kami pulang makan nasi goreng bersama menjadi tambah luar biasa lagi saat itu.

  • Minggu biasa-biasa aja
Maksudnya minggu biasa-biasa aja karena minggu tersebut tidak ada yang buruk dan tidak yang baik. Semua terjadi seperti biasanya yaitu saat pagi bangun kesiangan, setelah bangun tidur langsung makan sambil menonton tv. Setelah bosan di rumah, pergi keluar rumah mencari teman untuk bermain playstation dan dilanjutkan saat menjelang sore biasanya kami bermain bola basket. Dan sore hari pergi ke kebun untuk foto-foto bersama dan bercanda tawa. Pokoknya biasa aja.

  • Minggu terburuk
Ini nih sebenarnya malas saya menceritakannya karena tidak mau mengulang hal pahit tersebut. Tetapi tidak terlalu pahit juga tetapi sangat mengecewakan. Hal itu terjadi pada saat musim panas dan pada musim panas sangat ideal untuk memancing. Jadi saya dengan dua sepupu pergi juga memancing ke sungai dekat sawah terdekat. Jarak cukup lumayan yaitu sekitar 2 km dari rumah saya. Tapi kami bertiga mengendarai motor jadi tidak terlalu terasa jauh.

Sesampainya kami parkir motor saya tidak jauh dari tempat kami memancing. Kami disana sekitar jam 16.00 sore hari. Jadi rencana disana 2 jam untuk memancing dan berharap mendapat banyak ikan. Tetapi sudah sampai hampir dua jam kami hanya mendapatkan ikan yang bisa di hitung menggunakan jari. Ditambah lagi kami merasa lapar dan tidak membawa makanan. Dan ternyata salah satu sepupu saya mempunyai ide setelah dia melihat sebuah tunas kelapa (kelapa masih kecil) di belakang kami. Dia berkata kalau pucuk kelapa tersebut di cabut dan di dalamnya yang berwarna putih tersebut enak untuk dimakan. Dan kami coba satu dan ternyata benar, rasanya enak. Akhirnya kami mencabut beberapa kelapa yang tumbuh disana. Tetapi aksi kami tersebut dilihat oleh pemilik dari kelapa tersebut. Dan kami pun di marahi oleh orang tersebut. Untung saja tidak di suruh ganti rugi.

Sudah merasa hampir senja kami pulang dengan wajah suram karena sudah mendapatkan ikan sedikit dan dimarahi pula. Wajah suram tersebut berubah menjadi tidak berbentuk lagi setelah mengetahui kalau ban dari motor kami bocor. Tambah buruk saja suasana saat itu saat kami terpaksa pulang jalan kaki sambil mendorong motor tersebut sejauh 2 km. Kami sampai rumah saat suasana sudah malam. Sial banget saat itu.

Itu saja cerita hari minggu ku selama ini, semoga minggu-minggu nantinya terus mendapatkan minggu baik tidak mendapatkan minggu yang buruk. Amiiiin. Ini cerita minggu ku, mana cerita minggu kamu.

Terjebak ditengah hempasan air

Wow dari judul nih terdengar serem banget. Terjebak di tengah hempasan air, udah seperti bencana besar nih. Pasti banyak yang mikir ada Tsunami di tempat saya ya, padahal sebenarnya tidak. Hempasan air kali ini bisa dibilang merugikan dan bisa dibilang juga menguntungkan sesuai dengan pendapat masing-masing orang. Dan juga hempasan ini sering terjadi dimana-mana kok. Yaitu adalah... jeng...jeng... jawabannya adalah hujan. Yeeeeeeeeeeee... gak lucu ya. Ya udah deh.

Kalau diganti kata hempasan air dengan hujan pada judul akan berubah menjadi terjebak di tengah hujan. Kalau dipikir-pikir hujan itu ada istilah tengah, pinggir, atas, bawah, depan atau yang lainnya gak. Kalau emang benar gak ada berarti saya yang error. Oke dah langsung masuk ke cerita aja.

Awalnya sekitar jam 11.00 WITA pagi, saya disuruh ke sekolah untuk persiapan acara pentas seni dan saya kena bagian penata musik padahal gak ngerti yang namanya musik. Tapi namanya dipercayakan untuk bagian tersebut ya udah dilaksanakan. Selepas habis nonton sepak bola antara jepang dan pantai gading yang dimenangkan pantai gading dengan skor 1 - 2, padahal saya dukung jepang karena wakil asia (Jadi bahas bola). Pergi saya ke sekolah sekitar jam hampir dua belas dengan perut keroncongan belum di isi.

Sesampainya disana, sudah nampak banyak sekali orang yang tujuannya mungkin sama seperti saya untuk ke sekolah. Tujuannya itu yaitu untuk mempersiapkan acara pentas seni yang hanya di selenggarakan oleh anak-anak kelas XI IPA. Kenapa kelas lain tidak ? Karena guru pengajar keseniannya beda jadi beda juga sistem mengajarnya. Semua siswa sangat antusias sekali mengadakan acara tersebut karena ini merupakan nilai terakhir. Mungkin cuma saya yang malas-malasan mengadakan lomba tersebut.

Awalnya saya cuma diluar kelas duduk melihat teman saya yang lagi menghapal naskah drama yang akan dibawakan. Ditambah lagi musik luar negeri yang terdengar dimana-mana. Saya pun masuk ke kelas dan melihat teman-teman sedang latihan modeling. Baru saja masuk saya langsung di suruh untuk mengedit sebuah lagu untuk soundtrack modeling nanti. Dengan penghayatan serius akhirnya selesai membuat lagu editan tersebut dengan kurun waktu lima belas menit, lama juga. Setelah itu juga harus menghapal potongan musik untuk drama. Yang dihapal yaitu kapan dan disaat dialog mana saya harus memainkan musik tersebut. Baru sebentar sudah mulai hapal karena cuma beberapa potong lagu saja jadi mudah hapal.

Tapi lama-kelamaan perut saya demo minta makan. Bingung mau makan dimana dan dengan siapa, malu kalau sendirian. Dan juga cuacanya cukup menghawatirkan karena langit sudah mulai menghitam. Dan tak lama terdengar suara di telinga ku.

"Hey, makan bakso yuk" kata teman saya
"Dimana, kalau jauh sempat hujan" tanya saya
"Di depan penjara sana, ayo cepat nanti kehujanan" jawab dia.

Langsung kami berempat pergi ke tempat makan bakso yang dimaksud yaitu sekitar 1 km dari sekolah saya. Kami buru-buru karena langit sudah mulai menjatuhkan air. Dengan ekspresi kecewa kami setiba disana karena tempat bakso yang dimaksud tersebut sedang tutup. Kami pun berencana ke tempat bakso lain yang jaraknya 3 km dari tempat tersebut. Tetapi air hujan semakin banyak berjatuhan. Dan disaat perjalan sudah mencapai 80% sampai ke tempat tujuan, kami pun berbelok ke sebuah sekolah dasar untuk berteduh di tempat parkirnya.

Lama sekali disana tapi hujan tak berhenti juga dan kami pun semakin lapar. Salah satu dari teman mengeluarkan beberapa bungkus makanan kecil untuk cemilan. Tak lama makanan tersebut dengan sekejab sudah habis oleh gigi-gigi pemangsa yang sedang lapar. Mau pakai jas hujan tetapi cuma satu yang bawa dan teman yang satunya membawa juga tetapi berada di kelas. Dan akhirnya salah satu teman saya berinisiatif untuk mengambil jas hujan yang lainnya dengan jas hujan yang ada karena kami memerlukan dua buah jas hujan. Sekitar lima belas menit teman saya datang membawa dua jas hujan sekaligus padahal perlu cuma satu. Saya pun memakai jas hujan tersebut dan kami segera menuju ke tempat bakso yang dimaksud.

Sesampai disana yang kebetulan tempat duduknya pada kosong mungkin karena hujan. Tetapi padahal waktu hujan seperti ini sangat enak kalau makan yang hangat-hangat yaitu bakso ditambah dengan teh hangat sehingga dingin dan lapar kala itu sudah pergi jauh entah kemana. Bakso yang makan pun habis sudah masuk kedalam perut kami dan kami pun segera bayar lalu kembali ke sekolah.

Dengan menggunakan jas hujan kembali karena hujan masih lebat dan juga buru-buru karena kami di tunggu oleh yang lainnya di kelas karena kami lama sekali di luar, mungkin sekitar satu jam lebih. Dan kami pun sampai dengan selamat. Sudah sampai sini dulu cerita dari saya. Gara-gara kehujanan sampai sekarang saya masih sakit kena demam. Huh :( . -N

Apakah itu salah ??

Dari judul masih ngambang ya... masih belum jelas maksud dari judul saya kali ini. Pertanyaannya "Apa itu Salah ??". Tapi "itu" apa yang dimaksud hehehe untuk mempersingkat saya persilahkan untuk membaca kelanjutannya. Waktu dan tempat dipersilahkan. (jadi MC nih)

Yang dimaksud kata itu adalah saya sekarang jadi suka main basket gara-gara nonton salah satu anime jepang yang berjudul The Basketball which kuroko plays atau dalam bahasa jepangnya kuroko no basuke. Awalnya saya kurang minat dalam hal anime. Tapi ada beberapa sih suka kayak One peace, detective conan, Naruto dll (dll nya gak banyak). Kembali ke anime kuroko saya tertarik saat melihat kalau objek yang ditampilkan adalah basket. Saya awalnya cuma merasa bingung melihat anime bermain basket ala jepang. Biasanya pakai kekuatan magis gitu, tapi apa. Naa hal itu yang saya pertanyakan saat awal menonton anime tersebut.

Eh ternyata benar, pemeran utama dan musuh-musuhnya menggunakan kekuatan magis dalam bermain basket. Akhirnya anime tersebut menjatuhkan hati saya sehingga saya minta anime tersebut dan menonton bareng teman di rumah. Menontonlah kami sampai episode terakhir dan memakan waktu sekitar satu minggu (karena nontonnya cuma sekitar 7 episode sehari). Pokoknya lama kelamaan ada muncul di hati ingin main basket juga. Ide ini muncul ketika di saat malam sekitar jam 7.24 PM salah satu teman saya mengajak bermain besok dan meminjam bola basket milik teman dari temannya saya.

Esok harinya bermain dilapangan basket di sekolah tapi bukan sekolah saya. Disini hanya ada dua lapangan yang terdekat yaitu lapangan basket di SMK dan SMP. Tapi lebih suka di SMK karena dipinggir barat lapangan tersebut banyak pohon besar sehingga kalau sore hari bermain tidak terasa terik matahari karena terhalang pohon tersebut. Tetapi lapangan tersebut sering kali dimainkan oleh siswa disana bukan untuk bermain basket tapi malah bermain futsal. Terpaksa main di SMP. Kembali ke hari pertama bermain basket dengan bola berwarna kuning biru milik teman dari teman saya tadi. Dan bermainlah kami yang awalnya niat pengen main seperti kuroko dengan operan pukulnya yang bagus malah pada sakit tangan, seperti Kagami dengan dunk nya malah gak sampai lompat ke ring, seperti Kise dengan pertahanannya malah jatuh dan tegelincir, seperti Aomine dengan drive nya lincah malah bolanya ketinggalan dan tertendang dan seperti midorima dengan shooting yang akurat 100% dari jarak berapapun malah gak masuk (dekat saja gak masuk apalagi jauh).

Walaupun tak bisa seperti anime tersebut kami hanya bermain biasa dan santai. Dan bermainnya pun sangat buruk. Shooting dari garis penalty jarang masuk, menggiring bola sering bolanya tertendang dan jadinya capek sendiri.

Kebetulan sekali saat menonton anime tersebut, yang menjadi bahan pelajaran olahraga di sekolah saat itu adalah basket. Walaupun masih minder sama teman-teman yang hebat bermain basketnya. Dan pelajaran yang harus biasa dikuasai pertama adalah passing dan itu Alhamdulillah sudah bisa. Dan selanjutnya adalah lay up. Ini yang menjadi persoalan saat tes praktek olahraga yaitu harus bisa memasukan bola kedalam ring dengan enggunakan teknik lay up minimal masuk 7 kali dalam 10 kali percobaan. Seperti biasa pertama latihan biasa dulu dan belajar tekniknya kepada yang menguasai. Melihat teman saya lay up dan sering masuk membuat saya berpikir kalau lay up itu tidak terlalu sulit. Saya pun mencobanya dan hasilnya sering tidak masuk. Sungguh sulit bagi saya waktu itu. Kenapa yang lain sangat mudah dan saya malah sebalikannya.

Waktu yang diberikan sebelum tes adalah dua minggu dan saya pun langsung latihan sepulang sekolah bersama teman yang lainnya. Setiap hari berlatih sampai kaki terasa sakit karena terus melompat dan juga sampai bola tersebut sobek dan tidak bisa digunakan lagi. Sebagai gantinya salah satu kami rela mengeluarkan sedikit uang untuk membeli bola baru. Dan yang jadi masalah bagaimana cara meminta maaf kepada yang punya bola yang telah rusak tersebut. Dan syukur sekali pemilik bola tidak marah.

Dengan bola baru saya terus berlatih lay up dan lama kelamaan akhirnya sudah menemukan polanya. yang awal dari 10 percobaan masuk 3 dan menjadi 5. Sampai pada puncaknya yaitu masuk 7 dan 8. Sesampai disekolah saya pun merasa percaya diri banget dan akan tuntas melaksanakannya.

Awal yang bagus saat percobaan pertama goal. Tetapi hati berdebar disaat percobaan terakhir karena sampai dipercobaan ke sembilan saya sudah tidak goal tiga kali dan goal sudah enam kali. Artinya percobaan terakhir tersebut adalah penentunya dalam tes kali ini. Dengan penuh keyakinan saya pun menggiring bola sambil melihat ke arah ring. Dan di saat sudah menginjak daerah lingkaran penalty saya langsung memengang bola, melangkah dua langkah dan langsung melompat seraya dengan bola melayang dan masuk. Itu adalah hal yang indah bagi saya.

Setelah itu malah jadi tambah bersemangat bermain basket setiap sorenya. Dan gak salah kan ingin menjadi seperti Kuroko dan lainnya. Apa itu salah ??

Karnaval jalan santai Anniversarry SMANPEL

Gue di belakang gak keliatan
Kali gue akan menceritakan sedikit budaya dari sekolah gue saat merayakan hari jadinya yaitu Karnaval jalan santai dengan menggunakan kostum-kostum yang unik dan beda dengan kelas lain. Dalam hari jadi sekolah gue yaitu SMAN 1 Pelaihari (biasa disebut SMANPEL) yang ke 31 dan bertema FRESH (Fantastic, Religius, Energic, Solid, Heroic dan semuanya kagak ngerti).
Bertepatan dengan tanggal 28 april atau bertepatan dengan hari sumpah pemuda (ditambah 6 bulan lagi). Kelas gue kali ini mengenakan kostum sasirangan (pakaian khas kalimantan selatan buat acara resmi jadi kami jadi sok resmi kemaren). Sebelum cerita soal jalan santainya, gue mau bahas tentang ngenesnya gue endapatkan baju sasirangan.
Awalnya semua anak di kelas gue masing-masing diberi kain mentahan jadi belum masakan yang berukuran... berukuran berapa kali berapa kagak tau yang pasti cukup aja lah. Tapi kain tersebut habis di tebus alias beli, mau sok mandiri pakai uang sendiri tapi gak punya, mau kerja harus lihat lowongan kerja di koran dan tertera di koran penawaran jadi Pengacara (gak mau ah banyak bertengkarnya), terus jadi sopir taxi (belum punya SIM), malah ada lowongan jadi Astronot (gak tertarik banget lah). Gak jadi deh mandiri, minta sama orang tua aja uang nya tapi harus merengek dulu baru dapat. Setelah dapat gue ukur tuh badan gue biar dicocokin sama ukuran baju nanti. Kata tukang jahit nya sih minggu sudah jadi, berarti gak apa-apa karena senin dipakainya. Eh pada saat hari minggu tiba, gue samperin tuh tempat tukang jahit nya, eh malah gak ada orangnya, dipanggil-panggil sampai teriak dan dilihatin orang sekitar (sebenarnya gak ada yang peduli sih). Jadi terpaksa besok senin pagi aja.
Keesokan harinya, pagi-pagi buta (paginya udah tua jadi maklum buta) gue samperin lagi tuh tukang jahit dan ternyata ada. Gue tanya gimana keadaan baju gue sehat aja apa gak eh salah maksudnya sudah jadi apa belum gitu. Dan ternyata... jeng... jeng... belum jadi, gue teriak tuh "dasar tukang jahit sialan, katanya minggu udah jadi kok masih belum jadi-jadi aja, gimana sih kembalikan uang saya... saya kan belum bayar... pokoknya sekarang harus jadi" teriak tuh gue tapi dalam hati. Kalo beneran kayak gitu entar pulang tinggal nama aja lagi. Tapi penjahit tampak kasihan dengan gue. Dia bikin tuh baju gue dalam waktu 1 jam saja Woow (serius gak canda nih). Tapi jam menunjukan pukul 8, takut telat kan malu orang udah pada jalan kita lewat, dimana naruh muka.
cowok tuh
Gue sampai sekolah dan acara belum dimulai, "Alhamdulillah" dalam hati. Bertepatan saat sampai tepat sekali acara dimulai dan dimulai dengan upacara pembukaan yang membuat badan gosong karena terik mataharinya. Dilapangan upacara terkumpul lah semua kelas dan kami-kami nih dapat ngeliat kostum kelas lain juga. Ada yang pakai kostum ala dayak, indian, ada yang pakai kostum pocong (horor nih), ada yang kostum zorro, ada yangg pakaian banci, ada yang kostum perang jadul pakai bambu runcing dengan baju didarahnya (kebalik mas). Dan terkahir yang aneh dan lucu, ada yang cewek pakai kostum cowok (biasa), dan cowok pakai kostum cewek yaitu pakai daster dan di kasihnya balon di dalam bajunya buat itu nya tuh (gak usah disebutin). Jadi kayaknya cuma kami yang sok resmi pakai baju sasirangan.

Pasti yang ada di foto entar marah
Dengan menempuh jarak jalan santai yaitu sekitar 3 km berkeliling, kami terus menyorakan yel-yel, teriak-teriak gak jelas malah entar jadi sok religi nyanyi lagu habsy sama lagu sulis. Tapi kami terus semangat dan terus ber yel-yel dari garis start sampai garis finish (sebenarnya gak ada sih garisnya) dengan semua pengorbanan suara, tenaga, pikiran untuk kelas kami dan akhirnya kalah juga. Udah jangan dilanjutin lagi kalah juga, entar tambah sakit hati. Ok bye...

Sensasi Study Tour XI IPA 1 SMAN 1 Pelaihari

         Bagi para siswa kata Study Tour adalah sesuatu hal yang sangat di inginkan termasuk saya (kalau gak suka ngapain saya nulis beginian). Hari itu yaitu tanggal 8 april 2014 sehari sebelum pemilu dan juga yang tak kalah penting bertepatan dengan hari yang sudah melegenda yaitu hari selasa (legendaris banget dari Zaman PKI udah ada hari selasa). Study tour juga berbarengan dengan kelas XI IPA 2. Itu kesempatan bagi yang punya pacar di kelas satunya karena study tournya sekalian buat hang out tuh (bagi yg bersangkutan dan tidak jgn tersinggung).
          Kami berangkat menggunakan bus milik pemda atau kependekan dari pemerintah daerah (udah tau). Tujuan utama ada tiga tempat yaitu Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Taman Hutan Raya Sultan Adam di Mandiangin, dan terakhir yaitu Q mall Banjarbaru.

  1. Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru
Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru

      Pertama kami datang ke Museum Lambung Mangkurat yang terletak tidak jauh dari banjarbaru (emang di banjarbaru). Itu kunjungan ketiga kalinya saya yang sebelumnya pertama saat SD dan yang kedua saat SD juga. Baru sampai ternyata tradisi Museum tersebut masih ada sejak saya SD dulu yaitu saat pertama masuk gerbang udah berasa kayak model atau artis karena baru saja masuk udah di foto-foto, yang memoto ada tiga orang lagi (Ge er deh).
Sok jadi boyband (Aji, Riski, Gue)
     Saat sudah mendekati kami diberi pengarahan dan akan diberikan layanan oleh pemandu wisata dan sampai selesai gak ada nongol pemandunya. Setelah dipandu kayak anak SD dan kebetulan ada anak SD juga saat itu, kami mengisi tugas study tour yaitu mencatat nama benda sejarah beserta tahun dan tempat penemuan. Dari awal mengira itu sangat gampang karena tinggal mencari benda sesuai kriteria dan ternyata saat eksekusi dan sudah menemukan benda yang akan di catat ternyata keterangan benda tersebut hanya namanya saja. Mau tanya ke pemandu, eh gak nongol-nongol. Mau nanya guru, gak kepikiran buat itu (salah siapa). Dan akhirnya hasil tersebut kebanyakan jawabannya hanya berisi nama bendanya saja dan punya teman juga begitu jadi tenang ada teman. Siapa tahu gak tuntas terus remedial dan terus remedialnya study tour lagi, yihiiiiy (andai bener gitu).
Setelah selesai mengisi tugas yang amburadul hasil pulpen pinjaman akhirnya dikumpul juga. Setelah itu merasuklah jiwa wisata yaitu berfoto disana. Kebetulan saat itu ada bule gak tau dari negara mana yang pasti dia bule, banyak yang ingin minta foto bersamanya. Tapi cuma beberapa yang dapat. Kami yang hanya terdiri dari 8 orang seperti orang-orang juga berfoto untuk kenang-kenangan katanya.
Di ruang keramik
Setelah itu kami foto bersama satu kelas dan guru pembimbing yaitu ibu Yustrina spd, dan saat menuju ke bus kembali kami pun melihat foto-foto kamu yang dari awal difoto tadi dijual dengan harga 15 ribu dapat dua. Kami cuma melihat punya diri sendiri dan bilang "Hahahaah itu kamu lucu" yang berlangsung lama dan ujung-ujungnya tidak beli juga. 
Sama yang lainnya
     Setelah di mesuem kami harus pergi ke Taman Hutan Raya, jadi kami harus ganti baju dulu. Yang lain pada ganti baju di WC. Sedangkan kami para cowok yang saat itu bersama saya malah ganti baju di bus. Gak peduli ada yang liat. Gak apa-apa juga.\


      2. Taman Hutan Raya Sultan Adam

Taman Hutan Raya Sultan Adam Kab. Banjar
   Setelah menempuh waktu kira-kira 45 menit dari Museum Banjarbaru tadi sampailaah di tujuan Taman Hutan Raya Sultan Adam, Mandiangin, Kab. Banjar, Prov. Kalimantan Selatan, Negara Indonesia (Tulis aja sekalian di planet bumi biar jelas). Walau jalan yang naik turun gunung dan medan yang kurang bagus ditambah dengan bau kotoran unggas berwujud ayam berjenis ras atau ayam negeri. Hal-hal tersebut tidak mengurungkan semangat kami (walau perut mual dan bau).
    Setelah sampai disana yang di depan gerbang, tiba-tiba saja ada seseorang menghadang kami. Dan dia pun menyuruh stop bus kami meminta uang. Dengan terpaksa satu orang dewasa dari bus kami pun turun dan bayar sesuai dengan dia mau. Tetapi kami bersikap biasa aja karena orang bukan orang jahat melainkan orang penjaga taman tersebut untuk meminta retribusi karcis masuk disana (wajar).
   Kami pun turun secara teratur (sebenarnya ga sih), dan langsung menerima suatu kotak berwarna putih dan digunakan untuk mengisi kekosongan perut kami yaitu kotak makanan untuk makan siang. Kami makan dengan lahap termasuk saya karena dari pagi belum makan. Saat mau membuang kotak yang isinya tinggal bersisa tulang saja, saya melihat seekor kucing berwarna ... warna ... lupa saya ... pokoknya kalau gak kuning , putih , atau hitam untuk memberikan tulang kepadanya. Teman saya yang bernama Aji pun memanggil dengan bijak. "Meooooow cit cit cit" , tetapi kucing masih belum ada reaksi. Dia panggil lagi untuk kedua kalinya dan ternyata hasilnya sama. "Mungkin bahasa kucing di tempat kita sama disini beda kali" kata saya untuk meluruskan masalah (padahal bukan masalah juga sih)
Setelah makan kami pun menaiki anak tangga dan sampai atas pun merasa lelah (baru anak tangga aja udah capek, gimana kalo bapak tangga). Tapi ditengah menaiki tangga tersebut kami melihat suatu keindahan alam yaitu Air terjun.
Air terjun yang dimaksud (tidak tahu namanya)

Ini ya juga (Anton, Dias, Gua)



Setelah melihat air terjun atau bahasa kerennya waterfall (bukan keren tapi versi bahasa inggrisnya)
Tempat ini yang dimaksud
. Tak ada yang menarik awalnya saat sampai tapi saat ditelusuri lebih jauh ternyata disana ada sungai dengan batu-batu yang airnya sangat jernih. Bahkan saat menceburkan kaki, kita bisa ngeliat kaki sendiri, hebat bukan (kebiasaan main air comberan jadi heboh kalau ketemu air jernih). Seperti biasa hantu wisata masih merasuki kami sehingga lebih dari seratus foto telah terfoto disana.
Bahkan ada yang mandi (Doni, Aji)

Dengan kesejukan air disana, tak ada kelelahan yang terasa malah kami sangat tambah ceria melihat aliran air yang sangat deras tersebut. Bahkan seperti yang ada di foto malah ada yang mandi. Padahal sebenarnya pengen tapi gak ada baju lagi karena bawa baju cuma satu.













3. Q mall Banjarbaru

     Di sini sebenarnya gak ada yang spesial dan tak ada terjadi apa-apa cuma kebiasaan kalau lagi di mall aja. Biasa shopping sana sini, main game, lihat-lihat barang bahkan sampai sok nanya-nanya sama penjual padahal ujung-ujungnya gak beli juga. Ya pokoknya begitulah sampai lebih dari tiga jam kami disana. Jadi tak ada yang perlu di ceritakan (Sebenarnya gue capek nulis hehe).

     Setelah nge mall kami pun pulang dan sampai sekolah kembali malam sekitar jam tujuh. Karena HP saya mati jadi gak kayak teman yang lain dijemput langsung saat di sekolah. Untung saja teman saya yang bernama Mr. izal alias Muhammad Rizal bersedia berbagi HP nya (emang makanan dibagi-bagi). Saya pun texting SMS ke nomor kakak saya menggunakan HP teman saya tersebut. Dan dijemputnya pun lama sekali. Kalau tidak salah cuma tertinggal tiga orang saja lagi. Tapi untungnya gak jadi orang terakhir di jemput setelah kakak saya datang menjemput. Pokoknya cerita ini happy starting tapi ngenes ending. Untung aja di jalan gak kenapa-kenapa, kalau gak bisa jadi tragis ending.

    Cuma itu saja yang bisa saya sampaikan. Kalau ada salah saya mohon maaf. Khususnya kepada teman-teman saya yang saya masukin dalam cerita ini, terima kasih. Atas perhatian saya ucapkan terima kasih. Wa billahi taufiq wal hidayah. Wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh (padahal di awal gak pake salam). Udah kayak habis ceramah aja penutupnya. Pokoknya Good bye.