Copyright © 2015 Nasrullah. Powered by Blogger.
Showing posts with label Cerita ku. Show all posts
Showing posts with label Cerita ku. Show all posts

Kuliah di Jepang (Ekspektasi)

Kalau di postingan sebelumnya saya membahas tentang Kuliah di STIS, maka kali ini membahas tentang Kuliah di Jepang. Eitss tapi kali ini berbeda dengan kemarin, kalo yang ini masih berupa ekspektasi / harapan / goal / tujuan / dream / mimpi / impian / cita-cita / (bisa ditambahin sendiri). Jadi lebih jelasnya saya memiliki mimpi untuk kuliah S2 di Jepang yang mungkin akan saya raih sekitar 8 atau 9 tahun kemudian dari sekarang (lama juga ya, karena saya kuliah kira-kira lulus 4 tahun lagi dan karena ikatan dinas jadi sesuai aturan harus kerja dulu minimal 4 tahun baru boleh lanjut S2).


  • Latar belakang


Pertama saya akan membahas latar belakang (kayak karya ilmiah aja) saya memiliki mimpi untuk ingin kuliah di Jepang. Keinginan saya ini bermula saat mendengarkan seminar tentang kuliah di Jepang yang diadakan di kampus saya sendiri oleh UKM Pendidikan bidang Nihongo bu. Di seminar tersebut dijelaskan oleh dosen yang pernah kuliah di Jepang sekaligus sharing tentang bagaimana cara mendapatkan beasiswa kuliah, kehidupan disana, tips memilih perguruan tinggi yang bagus dll. Dengan penjelasan yang bagus oleh para narasumber (kalau tidak salah ada 3 narasumber) membuat saya semakin tertarik untuk kuliah di Jepang. Karena ada kata "semakin tertarik" berarti ada latar belakang lagi sebelum seminar itu yang membuat saya tertarik dengan Jepang tetapi awalnya saya tidak berniat untuk kuliah melainkan jalan-jalan atau liburan. Keinginan itu ada semenjak saya suka anime (kira-kira sejak kelas 2 SMA) dan sampai sekarang masih suka (Hahaha ketahuan sangat suka anime). Tapi saat mulai suka anime itu bukan latar belakang untuk kuliah di sana melainkan  untuk liburan karena pengen liat bunga sakura, festival, Akihabara (Out of topic kayaknya wkwk). Ok kembali ke topik, jadi hubungan suka anime masih ada karena kalau kuliah di Jepang pasti bisa juga jalan-jalan kan disana malah lebih lama dari liburan. Bukan berarti kuliah di sana cuma untuk jalan-jalan harus serius juga menuntut ilmu.

  • Alasan
Ada beberapa alasan yang membuat saya ingin kuliah di Jepang :

- Tertarik dengan budaya di sana.

Alasan yang pertama saya yaitu ingin mengenal budaya Jepang. Tentu saja kalau kita tinggal dan kuliah disana pasti akan mengenal budaya di sana. Budaya di Jepang yang sangat saya ingin ketahui dan dipelajari yaitu budaya kerja, budaya menghargai waktu, budaya adab sehari-hari dll yang mungkin berbeda dengan budaya di Indonesia. Contohnya yang berbeda yaitu masalah budaya menghargai waktu. Di Jepang sangat anti dengan namanya terlambat walaupun itu cuma pertemuan gak formal (berdasarkan sepengetahuan saya di anime kalau realnya gak tahu) sedangkan di Indonesia terkenal sekali jam karetnya (bukan berarti menjelekan Indonesia tetapi itu realita). Jadi mungkin dengan saya kuliah disana saya bisa terpengaruh dengan budaya mereka (budaya yang dimaksud yaitu budaya yang positif dan tidak bertentangan dengan agama)

- Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang memiliki sistem pendidikan yang bagus.

Alasan selajutnya yaitu disana dari segi pendidikan juga bagus, bukan berarti saya mengatakan sistem pendidikan di Indonesia tidak bagus tetapi pasti ada di bidang tertentu yang Indonesia kalah dengan Jepang dalam hal pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa universitas di Jepang yang ternama di dunia, walaupun saya masih belum memikirkan untuk memilih universitas yang mana (yang mana kayaknya oke lah yang penting di Jepang).

- Mencari pengalaman lebih.

Sebenarnya ini hal pokok yang kita dapat selain ilmu saat kuliah di luar negeri yaitu pengalaman. Dengan kuliah di sana kita tahu budaya di sana (seperti yang dijelaskan sebelumnya), kehidupan di sana dll. yang mungkin memberikan pengalaman lebih dibandingkan menuntut ilmu di dalam negeri yang dari SD sampai sekarang sudah saya jalani. Sehingga saat pulang kembali ke Indonesia tidak hanya ilmu yang dibawa melainkan pengalaman.

  • Usaha saya
Usaha yang akan saya bahas yaitu usaha yang sedang dan akan saya lakukan. Usaha yang saya sedang lakukan yaitu belajar bahasa jepang walaupun sekarang secara otodidak dengan cara liat video belajar bahasa jepang di youtube, cari e-book, dan menonton anime. Jadi sekarang saya nonton anime bukan hanya untuk menonton tapi mempelajari bahasanya (jadi sekarang nonton anime lebih serius mendengarkan dari biasanya, bahkan kadang saya ulang di percakapan tertentu). Usaha itu saya lakukan karena syarat pertimbangan pihak di Jepang untuk bisa kuliah disana yaitu bisa bahasa jepang dengan tes tertentu. Jadi dengan bisa bahasa jepang peluang untuk diterima semakin besar selain nilai TOEFL dsb. Karena bisa bahasa jepang lebih diutamakan (menurut dari beberapa sumber dari internet yang saya baca).

Untuk usaha yang akan saya lakukan dalam waktu dekat yaitu belajar bahasa jepang oleh yang profesional yang syukurnya ada di kampus saya yaitu oleh UKM Nihongo bu dan mungkin semester depan saya bisa masuk UKM tersebut. Sedangkan usaha yang saya lakukan dalam waktu panjang yaitu mencari info beasiswa kuliah di Jepang (kalo ada yang tahu bisa kasih tahu saya :D ). Alasan mencari beasiswa karena sepertinya kalau bayar sendiri kemungkinan besar tidak mampu (saat ini aja bisa kuliah karena beasiswa).

Jadi itu tadi penjelasan mengenai mimpi saya yang mungkin juga kalian dan orang lain juga memiliki mimpi yang sama dengan saya. Walau saya tahu mimpi saya ini tidaklah mudah tetapi saya akan terus berusaha dan berdo'a selama sekitar 8 tahun ini mempersiapkannya.

Akhir kata, semoga mimpi dan tujuan kita dapat diraih dengan penuh kemudahan tanpa ada kendala yang berarti. Terima kasih. - N

Tulisan ini diikutsertakan dalam #WhatsYourGoalsGiveaway2016

Kuliah di STIS

Sudah sangat lama saya tidak posting di blog ini kalau tidak salah sudah hampir satu tahun (lama juga ya, kemana aja). Terakhir posting itu sekitar bulan Mei 2015 dan sekarang hampir Mei 2016. Alasan saya tidak posting satu tahun ini karena kemarin fokus mendaftar kuliah dan setelah diterima fokus kuliah di semester 1 yang penuh tantangan (bukan berarti semester 2 ini gak fokus).

Kali ini saya akan menceritakan tentang dunia pendidikan saya yang baru (yang membuat saya jarang nge-blog lagi) yaitu dunia perkuliahan dan Alhamdulillah saya diterima di kampus hebat yaitu STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik). Mungkin masih banyak yang belum tahu tentang kampus ini padahal kampus ini merupakan salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan yang mahasiswanya mendapatkan jaminan pekerjaan (PNS) saat lulus nanti. Banyak yang akan saya bahas di postingan kali ini (karena udah setahun gak blog jadi dilampiaskan di sini).

  • Profil STIS
Pertama saya akan membahas tentang profil kampus saya terlebih dahulu.

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik atau biasa kami singkat STIS (bacanya eS Te I eS ya bukan setis) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan, sama seperti PKN-STAN, STMKG, IPDN dll. Letak kampus saya ini di Jl. Otto Iskandardinata (biasa disingkat Otista) No. 64 C, Jakarta Timur (Cek Google Map kalo gak percaya). Terus yang dipelajari di kampus ini sudah jelas ya dari nama kampusnya yaitu disini kami memperdalam ilmu statistik. Statistik disini tidak hanya membahas rata-rata, modus, median dll yang dibahas di SMP dan SMA. Statistik disini lebih ke aplikasinya. Dikampus ini terdapat dua jurusan yaitu Statistika dan Komputasi Statistik yang keduanya merupakan D4 atau setara dengan S1. Dan ditahun 2016 ini ada jurusan baru yakni D3 Statistika (Saya gak tahu seperti apa karena baru ada dan masih belum ada angkatannya). Mungkin itu saja yang saya bahas untuk profil kampus saya yang saya jelaskan berdasarkan pengetahuan saya saja. Jadi kalau misal ingin tahu lebih lanjut bisa di search aja di google atau di websitenya yaitu di stis.ac.id.

  • Pengalaman Saat Seleksi Pendaftaran

Selanjutnya saya akan membahas perjuangan saya dari awal pendaftaran sampai bisa diterima di STIS.

Awal cerita yaitu bermula saat ada dua orang berpakaian dinas berwarna biru dengan gagahnya masuk ke kelas saat saya masih kelas 3 SMA. Ternyata dua orang tersebut adalah mahasiswa STIS yang sedang melakukan sosialisasi untuk mempromosikan kampus mereka. Dan ternyata salah satu dari dua orang tersebut adalah alumni dari SMA saya. Awalnya saya tidak tertarik dan tidak memperhatikan apa yang mereka sosialisasikan. Mereka pun juga mempromosikan tentang Try Out Nasional (Tonas) sebagai uji coba tes masuk STIS. Hampir setengah dikelas saya ikut kegiatan tersebut dan saya masih saja tetap tidak peduli karena saya tidak tertarik awalnya, tapi saya pernah ingat bahwa STIS ini pernah direkomendasikan guru saya ke saya saat masih kelas 2 SMA. Sehingga saya coba deh untuk ikut Tonas di Banjarmasin sekalian waktu itu saya pengen ke Gramedia untuk membeli buku persiapan SBMPTN.

Karena hujan deras saya pun terlambat 45 menit untuk ikut Tonas dan saya langsung mengerjakan soal yang telah disiapkan. Soalnya itu gampang-gampang susah dan saya juga pesimistis pasti tidak dapat hasil yang bagus karena saya tertinggal 45 menit dari peserta lainnya ditambah lagi peserta lainnya yaitu dari SMA Banua yang merupakan sekolah kumpulan anak-anak pintar di Kalimantan Selatan.

Sebenarnya alasan saya jadi tidak tertarik adalah saya tidak percaya diri bahwa saya mampu bersaing dan saya dengar tahun kemarin yang mendaftar di STIS ada sekitar 26.000 dan yang diterima hanya sekitar 500. Secara peluang sangat kecil sekali jadi itu yang membuat saya tidak tertarik. Terus apa yang membuat saya tertarik. Saya tertarik saat saya melihat hasil tonas yang telah diperingkatkan se regional (Kalimantan) dan nasional. Saya terkejut dengan hasil tersebut karena di regional kalimantan saya dapat peringkat 44 dari 300-an peserta dan di nasional saya peringkat 900-an dari ... (lupa saya). Jujur saya terkejut padahal saya tidak ada persiapan saat tonas dan terlampat pula 45 menit. Oleh karena itu saya langsung tertarik dan saya langsung kasih tahu orang tua saya bahwa saya mau daftar di STIS dan Alhamdulillah keduanya setuju walau ayah saya sedikit kurang setuju karena jauh sedangkan ibu saya sangat setuju dan malah langsung kasih uang pendaftaran. Saya pun langsung mendaftar dan belajar dengan serius setelah itu.

Tanggal 9 Mei 2015, Tahap 1 yaitu Tes akademik meliputi Matematika, Bahasa Inggris dan Pengetahuan Umum. Alhamdulillah tidak terlambat seperti sebelumnya dan juga banyak yang saya jawab terlebih di matematika (karena saya memang bisa di bidang ini) dan kurang di Bahasa Inggris (Jujur saya bego bahasa inggris). Saya pun sedikit cemas di tes tahap 1 ini karena jumlah pendaftarnya yaitu 32.000 yang artinya lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tanggal 23 Mei 2015 adalah hari pengumuman tahap 1 dan kebetulan bertepatan dengan acara Perpisahan dan pengukuhan di SMA saya. Dari 2500 yang diterima ternyata dipengumuman tersebut ada nomor peserta saya yang artinya saya lulus di tahap 1 ini. Saya pun langsung fokus ke tahap 2 yang dilaksanakan seminggu kedepan atau 30 Mei 2015.

Pada tahap 2 ini sebenarnya tidak ada yang spesial dan yang di tes adalah psikotes (tes gambar, matematika dasar dll) yang tidak begitu sulit menurut saya dan saya pun sangat optimistis bisa lanjut ke tahap 3 dan ternyata optimistis saya terbayarkan saat pengumuman tahap 2 saya dinyatakan lolos. Pada tahap 3 sebenarnya bisa dikatakan sudah pasti 90% diterima karena hanya tes kesehatan dan wawancara dan menurut saya itu tidak jadi masalah tapi tetap dengan serius saya jalani. Dan pengumuman penentu yaitu pengumuman tahap terakhir ini. Saya awalnya agak gugup membuka file pdf yang berupa pengumaman tersebut. Saya buka dan saya cari nomor peserta saya dan Alhamdulillah ada, tanpa basa basi saya langsung pulang kerumah (kebetulan saat itu tidak dirumah) langsung memberi tahu orang tua saya dan tampak semua senang.

Saya pun siap-siap untuk ke Jakarta untuk melakukan daftar ulang dan sekaligus menetap di sana untuk kuliah. Saya ke Jakarta bersama dengan ayah saya dikarenakan wajib membawa salah satu Orang tua/Wali. Saya pun ada kendala untuk ke Jakarta yaitu uang. Mungkin ini yang membuat ayah saya kurang setuju dan saya lihat pun ayah saya bekerja lebih keras dari biasanya dan aku agak sedikit merasa bersalah tapi rasa bersalah itu hilang saat ayah saya bilang kalau bangga dengan saya yang mau berjuang untuk kuliah. Jujur saya dari keluarga miskin dan andai saya tidak dapat beasiswa kuliah seperti di STIS, saya pasti tidak bisa kuliah karena orang tua saya tidak mampu. Entah kenapa tiba-tiba biaya untuk ke Jakarta sudah ada orang tua saya punya. Dan saya dengar uang itu hasil sedikit menjual tanah, menjual padi dan berhutang di keluarga. Saya pun sedih mendengarnya tapi itu merupakan motivasi saya untuk mengganti atas apa yang orang tua korbankan untuk saya.

  • Kuliah di STIS

Saya pun resmi jadi mahasiswa STIS walau sebelumnya saya harus menjalani Masa Pengenalan dan Pembentukan Karakter (MP2K) (Sejenis Ospek gitu lah). MP2K kali ini berlangsung 1 bulan (tapi gak setiap hari juga). MP2K terdiri dari 2 kegiatan yaitu pertama di kampus dan kedua di markas TNI. Kegiatan di kampus yaitu berlangsung selama 5 hari yang kegiatannya meliputi pengenalan kampus dan indoor. Kegiatannya pun santai cuma duduk di auditorium, dengarkan kuliah umum dari beberapa narasumber dan tidak ada tuh main-main fisik jadi sumpah santai banget. Main-main fisiknya saat di Markas TNI (YonArmed Bradjamusti) di Bogor dan berlangsung juga sekitar 5 hari. Pada kegiatan ini bernama Bela Negara yang dilatih langsung oleh tentara yang kegiatannya indoor dan outdoor. Kegiatannya asyik asyik capek sih. MP2K pun diakhir dengan kegiatan inagurasi yang sebagai titik resmi kami jadi mahasiswa STIS. Dan dimasa ini lah saya bertemu dengan teman baru di kelompok saya baik kelompok saat di kampus (Kelompok Aljabar Linier) maupun saat bela negara (Pleton 4).

Setelah MP2K, kami pun dikasih libur 10 hari sebelum kuliah dan entah kenapa orang tua saya menyuruh untuk pulang padahal biaya pulang pergi Jakarta-Banjarmasin kurang lebih satu juta rupiah. Setelah mendengarkan alasannya, ternyata saya memang harus pulang karena ada kabar yang bagus karena Alhamdulillah saya mendapat beasiswa dari Dinas Pendidikan Kalsel atas meraihnya juara 3 nilai UN tertinggi di Kabupaten sebesar 50 juta rupiah. Saya pun harus pulang untuk menandatangani penerimaan uang tersebut. Saya pun kaget saat orang tua saya bilang karena saya tidak menduga akan dapat uang sebanyak itu. Dengan uang itu lah saya bisa mengganti uang yang telah orang tua saya berikan saat sebelum masuk di STIS. Dan juga saya melaksanakan Aqiqah bersama orang tua saya dan 3 saudara saya. Selain itu juga saya berikan untuk memperbaiki rumah saya dan sisanya untuk kehidupan saya sehari-hari kuliah di Jakarta tanpa minta uang lagi dengan orang tua saya kalau bisa selamanya saya tidak ingin membenani orang tua lagi.

Setelah libur yang menyenangkan saya kembali lagi ke Jakarta dan saya berada di kelas 1F sampai sekarang ini. Di kelas inilah awal saya memulai perkuliahan bersama teman-teman baru saya yang berasal dari seluruh nusantara.

Setelah satu semester kuliah dan Alhamdulillah saya tidak di DO (Drop Out/Dikeluarkan) dengan IP yang lumayan yaitu 3.7. Saat itu saya dapat libur semester dan pulang lagi ke Kalimantan Selatan sekalian untuk melakukan sosialisasi ke SMA saya. Dan sekarang saya memulai lagi kuliah di semester 2.

  • Enak dan Tidak Enak Kuliah di STIS
Dalam menjalani sesuatu pasti ada yang enak dan tidak enaknya. Dan saat kuliah di STIS pun juga sama selama satu semester ini. Enak nya kuliah di STIS yang paling umum itu cuma 3. Satu, kuliah gratis. Dua, dapat tunjangan ikatan dinas 1 juta rupiah/bulan. Tiga, ada jaminan lulus kuliah langsung jadi kerja di BPS (Badan Pusat Statistik) sebagai PNS dengan golongan 3A. Itu tadi enaknya kuliah di STIS secara umum (yang semua mahasiswa STIS rasakan) tapi selain tiga itu ada beberapa lagi yang membuat saya enak. Pertama, banyak teman dari seluruh nusantara dan kedua pengalaman hidup di ibu kota negara, Jakarta.

Sekarang membahas tidak enak (sedikit kurang enak, biar lebih halus) selama kuliah di STIS (pendapat pribadi saya saja). Pertama, agak sedikit khawatir tentang lingkungan Jakarta yang banyak kriminalitas. Kedua, jauh dari keluarga (hanya berlaku untuk perantauan dari luar jawa). Dan terakhir, mungkin ini sangat pendapat pribadi yaitu tugas kuliahnya banyak banget (resiko anak kuliah sih sebenarnya).

Ini Kampus Saya

Teman sekelas (1F)

Oke jadi itu tadi cerita dari saya yang panjang banget ini (balas dendam karena sudah setahun gak nge-blog). Saya usahakan mulai sekarang agak dirajikan nge-blog. Semoga postingan saya kali ini sedikit bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih. -N

Akhirnya Saya Lulus SMA


Lulus adalah kata yang terdiri dari lima huruf yang menentukan kita, apakah lanjut ke jenjang lebih tinggi (lulus) atau harus mengulang lagi satu tahun (tidak lulus). Disini saya akan menjelaskan sedikit cerita saat hari pengumuman kelulusan.

Cerita berawal saat saya dirumah sendiri tanpa ada yang menemani karena ayah kerja, ibu menghadiri undangan Isra Mi'raj. Saat itu saya sangat minim info tentang kelulusan di sekolah SMA saya sendiri. Saya hanya tahu kalau pengumuman itu hari Jum'at tanggal 15 mei 2015 Pukul 4 sore. Untuk memastikannya saya bertanya lagi kepada teman saya lewat chat di facebook. Saya pun kaget karena ada info yang saya tidak tahu yaitu pengumumannya harus didampingi orang tua. Saya pun bingung karena orang tua saya tidak ada satupun yang dirumah padahal jam sudah menunjukan pukul 15.45. Dengan nekat saya jemput ibu saya di acara Isra Miraj (Padahal acaranya belum selesai). Untung saja ibu saya mau saya ajak kesekolah. Mungkin maksud membawa orang tua adalah agar tidak terjadi hal-hal yang aneh (coret-coret seragam, konvoi dll).

Saya pun langsung ke sekolah saya yang berjarak 5 km bersama ibu saya tadi. Dengan hati yang sedikit gugup dan deg-degan akhirnya saya sampai juga. Disana tampak sudah banyak siswa lain (karena telat udah pukul 16.15) dan juga ada polisi yang bertugas disana.

Saya dan ibu saya langsung menuju kelas saya tempat pengumuman kelulusan tersebut. Pembagian diurutkan menurut A-Z jadi saya kena urutan ke 25. Melihat beberapa siswa yang duluan mendapatkan surat keterangan lulus, tampak senang mereka dan sepertinya mereka lulus. Saya pun semakin tegang menunggu giliran saya. Akhirnya nama saya dipanggil dan ibu saya yang mengambilnya. Ibu saya tampak sedikit diceramahi oleh guru saya dan mendekati saya dengan sedikit senyuman. Dan Alhamdulillah ternyata saya lulus dan mendapatkan peringkat 3 tertinggi nilai UN di sekolah saya. Saya pun bertanya kepada ibu saya apa yang dikatakan oleh guru saya tadi.

Katanya : "Anak ibu itu pintar jadi jangan tidak kuliah kan ya kalau bisa di kedinasan jika anak ibu tidak mau kuliah jewer saja telinganya".

Saya pun berterimakasih kepada guru saya yang memberikan motivasi untuk saya. Tapi kabar buruknya sekolah saya tidak lulus 100% (Ada 8 siswa yang tidak lulus).

Hari itu saya lega sekali. Walaupun saya sudah lulus SMA tetapi saya tetap belajar untuk SBMPTN (ketahuan tidak lulus SNMPTN), saya ambil jurusan Matematika & Fisika MIPA di Universitas Lambung Mangkurat. Dan juga saya daftar di STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik), tinggal menunggu pengumumannya. Semoga saya bisa diterima di Perguruan Tinggi tersebut. Dan buat kamu juga yang sama seperti saya semoga diterima di Perguruan Tinggi yang kalian inginkan. Terima kasih #Nasrullah

Mengapa sial selalu menghampiriku ?

Sudah hampir tiga minggu aku gak ngeblog dan bikin tangan aku gatal ingin mencet keyboard lagi dan baru ini kesampaian. Gak ngeblog karena masalah pendidikan, menjalankan try out untuk persiapan ujian nasional. Pendidikan itu penting guys (kalimat tak padu). Ok kita langsung to the point aja.

Semua orang pasti pernah mendapatkan kesialan, salah satunya aku sendiri. Kalau aku bukan pernah lagi tapi sering menerima kesialan. Entah kenapa sial selalu menghampiriku bahkan ada dalam satu hari penuh (24 jam) terkena sial yang beruntun. Tapi dulu sih sekitar bulan Agustus tahun 2014 yang lalu, gak apa-apa kan aku ceritakan biar kalian gak sial kayak aku
.
Awalnya yaitu suatu pagi dihari Selasa dan aku bangun kesiangan gara-gara internetan sampai larut malam. Bergegas aku mandi dan berpakaian. Saat sudah rapi berpakaian ternyata perut mules dan harus ke WC untuk mengatasinya. Tetapi saat sampai di WC ternyata cuma kentut doang -_- (sial-1). Merasa sudah terlambat, aku menaiki motor dengan cepatnya. Karena disaat seperti itulah jiwa balap terpendam kita muncul dan hampir aja nabrak orang yang mau menyeberang.

Jarak rumah aku dengan sekolah yaitu 6 km yang biasanya ditempuh 20 menit, kali ini Cuma 10 menit. Sampai disekolah dengan wajah penuh kepastian dan tetap saja terlambat.Terpaksa harus menjalani hukuman berjalan jongkok satu keliling penuh lapangan upacara kira-kira 100 m + di liat siswa lain, pokoknya malu tingkat dewa (sial-2).


Melepas malu aku langsung kedalam kelas dan ditanya-tanya kenapa bisa terlambat, sok perhatian banget sama aku. Untung guru masih belum masuk kedalam kelas jadi tidak dihukum lagi. Tapi gak lama guru yang mengajarkan pelajaran fisika masuk ke kelas kami. Guru fisika kami memang terkenal humoris tapi juga suka mencubit siswa yang salah saat pelajaran beliau. Entah kenapa aku bersama 4 teman cowok di kelas ku dipanggil ke depan, padahal kami merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Tiba-tiba muncul seorang guru lain yang masuk ke kelas kami dengan membawa gunting ditangannya. Dan ternyata beliau ingin memotong-motong kami dengan ganasnya dan yang dipotong adalah rambut kami karena sudah panjang. Rambut kami dipotong tidak begitu rapi sehingga memalukan kalau dilihat (sial-3). Untung saat itu membawa topi jadi tidak terlalu malu. Dan siswa kelas lain juga memakai topi untuk menutupi malunya (untung banyak teman yang seperti aku juga).

Pulang sekolah dan sampai dirumah, setelah makan siang aku berencana untuk merapikan potongan rambut di salon normal bukan salon banci. Setelah itu aku langsung ke tempat tujuan yaitu salon yang bernama salon sari. Aku berangkat menggunakan sepeda motor. Selang berjalan sekitar 1 km, tiba-tiba saja ban belakang sepeda motor aku jadi flat atau rata atau kempes (sial-4). Untung saja aku gak ngebut, coba kalo ngebut gak cuma ban yang bocor tapi kepala juga. Dan yang lebih untung lagi, jarak 30 m dari posisi aku, terlihat label bertuliskan tambal ban. Gak tau apakah itu kebetulan atau apa ? yang penting bannya ditambal.

Selesai nambal ban, langsung tuh ke salon dan terpaksa mengantri. Aku harus menunggu dua orang lagi karena aku giliran ketiga (kalimat tak penting). Setelah 20 menit baru sampai digiliranku dan tukang potong ramputnya melihat sambil memancarkan senyum, tapi senyumnya senyum kampret. Aku tahu senyum itu menahan tawa melihat rambutku yang tak simetris (tak beraturan). Tanpa kompromi dia langsung potong rambut aku tanpa terlebih dahulu menanyakan gaya rambut yang aku inginkan.
"Kok main potong aja, gak ditanyain dulu mau potongan gimana ?" tanya aku.
"Pasti gaya tentara kan, sama kayak pelanggan-pelanggan sebelumnya" jawab dia.
"Kalau boleh tahu bisa gak ya rambutnya gak usah dipotong tapi disambung biar rambutku kayak kemarin lagi ?"
"Ya bisa sih tapi ini kan tempat potong rambut bukan tempat sambung rambut"
"Iya juga ya" benak aku.

Selesai dari salon dengan gaya rambut seperti mau daftar akademi polisi atau militer aku pulang kerumah dan Alhamdulillah selamat. Untung saja gak ada sial yang ke lima cuma sampai empat aja. Aku tak tahu jawaban dari pertanyaan judul postingan ini sampai sekarang. Mungkin hanya cobaan saja. Bye

Mencari Tips UN 2015 Diberbagai Sumber

Kata Ujian Nasional (UN) memang tidak asing bagi anak siswa kelas 9 SMP maupun kelas 12 SMA. Tapi karena saya kelas 12 SMA jadi bahas UN SMA aja deh :).

Gak terasa sudah 2015 dan gak terasa juga tinggal 3 bulan 20 hari lagi atau sekitar pertengahan April akan ada UN 2015 yang menungguku. Ditunggu UN itu serem banget loh, bahkan lebih serem dibandingkan ditunggu Orang tua karena pulang larut malam (lebay banget). Kata-kata itu sih sebenarnya kata temen saya, kalau saya sendiri sih santai-santai aja tapi serius.

Dalam menghadapi UN ini, saya cari tips persiapan UN baik dari Internet, teman, dukun, guru dll. Kalau dari internet tepatnya di blog-blog edukasi, saya banyak sekali menemukan tips, soal dan pembahasan, materi UN pokoknya sangat berguna. Salah satu dari tips yang saya dapatkan di internet yaitu "Saat belajar diusahakan perut jangan sampai kosong". Tips tersebut langsung saya terapkan. Jadinya saya setiap belajar tangan kanan megang buku dan tangan kiri megang snack Chit*to biar life is never flat (biar hidup tak akan pernah lurus) dan sebotol Miz*ne biar badan gak miring. Entah kenapa tips tersebut kurang berhasil bagi saya karena baca buku selembar snack habis 3 bungkus dan minuman 4 botol (pasti tipsnya yang gak bener).

Karena merasa kurang ampuh tips dari internet, saya bertanya kepada teman sepermainan saya, siapa tahu dia bisa membantu. Saat saya bertanya tips persiapan UN dan dia menjawab "Bakar buku bacaan kamu lalu minum abunya". Jawabannya tersebut teriang-riang terus dikepala dan dalam hati saya "Pasti becanda, masa minum abu buku bisa menaklukin UN... Hmmm tapi gak salah juga untuk dicoba". Langsung aku persiapkan korek api, bensin (nyolong di motor kakak), buku dan gelas berisi air. pertama aku teteskan bensin ke buku, bakar, taruh abunya di gelas dan langsung aku minum tanpa Bismillah. Aku coba kerjakan soal latihan dan hasilnya nihil. Dalam hati aku berkata "Pasti bukunya kurang banyak... Pasti air harus 5 gelas... Pasti bensinnya harus Pertamax biar ampuh". Ku coba lagi dan hasilnya gigi hitam dan diare 5 hari.

Kapok nanya sama teman, jadi sesekali aja nih datang ke paranormal dari pedalaman hutan kalimantan dan cara berkomunikasinya kami via video chat di situs komunitas dukun (sekarang dukun mengikuti Zaman)
"Assalamualikum Duk, Mau nanya gimana sih persiapan UN yang benar"
"Walaikumsalam Sien, Sebelumnya follow dulu ya twitter mbah dan pembayaran langsung saja ya di rekening yang sudah tertera di situs kami"
"Iya mbah cepet jawab aja dulu"
"Caranya cari cula badak ujung kulon, bulu gorila, setangkai bunga raflessia, kencur asli china diramu menjadi satu dan diminum"
"Kok ribet banget ya, ada yang praktis gak mbah"
"Kalo mau praktis semua bahan tadi kami punya dan kami sudah ramu, kamu bisa langsung bisa membelinya seharga 500.000 tapi kalo beli 5 gratis 1 lo"

Kampreet tuh Dukun apa Sales sih, aku hampir pasrah dan terima apa adanya aja deh hasil UN nanti. Tapi aku teringat satu sosok yang bisa menjawab ini semua yaitu Guru BP di sekolah ku. Tanpa komproni aku langsung ke ruangan beliau. Dan jawabanya berbeda dari yang sebelumnya tapi mainstream sih
"Caranya kamu harus belajar teratur, jaga kesehatan, bikin jadwal belajar yang rapi dan jangan lupa berdo'a kepada Allah swt"

Mungkin tips Ibu BP yang terbaik. Dan semua itu aku terapkan mulai sekarang menuju UN 2015 mendatang. Semoga aku lulus dan dapat nilai yang memuaskan. Ammiiin.

Itu saja cerita saya, mohon maaf kalau ceritanya aneh dan gak lucu. Itu semua 90% karangan saja dan sisanya hampir karangan :D .

BYE :)

Ramadhan Kali Ini



Alhamdulillah bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan tahun ini. Kita patut bersyukur atas bulan suci Ramadhan karena kita masih diberikan umur oleh Allah swt. Jadi jangan sia-sia kan bulan Ramadhan kalian, isilah dengan ibadah. Selain itu juga kita di perkenankan untuk beramal kebaikan kepada sesama manusia.

Oke ini postingan pertama saya di bulan Ramadhan kali ini. Kenapa baru sekarang di tanggal 10 Ramadhan? Dikarenakan sibuk melulu. Kalau kita baca judul yaitu "Ramadhan kali ini" artinya saya akan membahas tentang hal-hal yang berkenaan dengan bulan Ramadhan yang di lihat dari perbedaan dan persamaan bulan Ramadhan yang sekarang dengan bulan Ramadhan yang lalu (Bagus banget bahasa saya). Setiap bulan puasa kemmarin dengan yang sekarang pasti memiliki perbedaan dan persamaan baik yang mencolok maupun tidak. Jadi yang akan dibahas kali ini perbedaan dan persamaan tersebut.

Pertama yang akan dibahas yaitu persamaan. Kalau bicara persamaan bisa diganti dengan kata kebiasaan dalam berpuasa. Kebiasaan saya sangat biasa dan mungkin sama dengan orang lain. Ini dia cerita kebiasaan sehari-hari saya dalam berpuasa.

Cerita berawal dari bangun pagi-pagi untuk makan sahur. Hal ini yang paling menjengkelkan karena kita harus terpaksa bangun dengan mata yang redup. Sebenarnya malas untuk bangun tetapi kalau tidak dilakukan malah bisa terbantai saat melaksanakan puasa nantinya karena lapar.

Setelah sahur ada dua hal kemungkinan yang dilakukan, kalau rajin sholat subuh kalau tidak, ya tidur lagi. Biasanya saya tetap di rumah sampai pukul 10.00 dan setelah itu jalan-jalan. Biasanya jalan-jalan ke Warnet untuk bermain game online Point Blank. Apalagi ada event menarik. Biasanya pulang kerumah pukul 17.00 untuk segera bersiap-siap berbuka puasa.

Tempat berbuka saya puasa ada dua tempat yaitu di rumah dan di mushola. Kalau rajin saya berbuka di mushola bersama dengan teman lainnya tetapi kalau malas (dalam artian sangat kelaparan sehingga tak mampu untuk kemana-mana) hanya berbuka di rumah dengan orang tua.

Setelah berbuka biasanya melaksanakan sholat tarawih dan setelah itu kalau rajin pergi ke warnet lagi tetapi kalau malas (dalam artian tidak punya uang) pulang kerumah.

Selanjutnya yaitu perbedaan bulan Ramadhan kali ini dengan bulan Ramadhan sebelumnya. Kalau bulan Ramadhan kemarin cuma memperingati Puasa saja. Tetapi yang sekarang beda yaitu selagi memperingati puasa, juga memperingati event Piala dunia Brazil 2014 dan Pemilihan Umum Presiden 2014 - 2019.

Mungkin ada satu hal juga yang menjadi berbeda dengan sebelumnya yaitu dengan siapa kita menjalani puasa kali ini. Yang dulunya dengan A dan sekarang dengan B. Semoga nantinya tetap yang B dan jangan sampai ada yang C. Mengerti kan maksud saya. Hahahahaha

Sampai jumpa lagi ya, semoga amal ibadah puasa kita di terima oleh Allah dan semoga kita tetap berjumpa dengan bulan Ramadhan nantinya.

Sehari tanpa laptop dan internet, gimana tuh ?

Dari judul keliatan banget kalau gue gak bisa sehari aja tanpa laptop dan internet tapi tetap aja ingat urusan Tuhan dan yang lain. Karena gue masih pelajar apalagi sekolah SMA jadi laptop itu jadi multi fungsi. Terkadang buat urusan sekolah dan Tersering buat sosmed dan blogging. Kan kalau anak muda sekarang gak bisa hidup tanpa HP kalau gue gak bisa hidup tanpa laptop dan internet. Jadi kalau laptop hilang bisa sesak nafas kali ya kan gak bisa hidup tanpa itu. Gak lah itu cuma istilah seberapa penting hal tersebut bagi gue. Jujur saja pasti banyak orang yang kayak gue (Gue sih yang ikut-ikutan kalian). Dan HP jadi kurang berguna karena juga tidak ada yang di hubungi, paling-paling cuma keluarga.


Kalau kuota habis, untuk internet tinggal modal bensin, go aja tuh ke sekolah terus Wifi deh. Biasanya banyak juga orang Wifi, main basket, joget-joget dan paskib pokoknya semua eskul tapi tergantung hari (ketahuan setiap hari wifi, gak modal). Kan apa fungsi Wifi sekolah kalau gak dipakai, bener gak. Tapi gue pernah kuota habis dan wifi sekolah lagi macet. Terpaksa keluar modal dikit ke warnet, pasti yang baca ngira gue pelit, gak modal. Kan hidup harus hemat (Itu bukan hemat tapi irit, medit,pelit pokoknya yang ujungnya it). Ada juga pernah ngalamin terbalik kayak tadi. Kuota ada, Wifi kira-kira jalan tapi laptopnya di bawa ke service buat install windows 8. Waduh satu hari gak megang laptop, tangan rasa gatel banget. Kepala rusuh pikirin makalah belum jadi (sok rajin), mikirin naskah novel masih separuh jadi (sok pinter jadi penulis) dan adik gue mikirin game di laptop tersebut yaitu GTA / Grand Theft Auto (gak tau bener apa gak kepanjangannya) tapi saya juga suka main game itu. Tapi selalu pakai cheat, gak ada yang gak pake cheat kalau main GTA. kok jadi bahas GTA.


Tapi selain buat internet gue coba-coba eh bukan coba-coba lagi tapi udah serius nulis naskah novel dan sekarang baru 68 pages. Jadi kalau udah selesai rencana mau di kirim naskahnya tapi bingung juga sih gimana cara ngirim naskahnya kan wajar baru nulis. Tapi lihat lihat di google sih ada jadi percaya sama kata mereka. Kata adik gue ceritanya bagus tapi adik gue baru umur 12 tahun ya pasti bagus terus apa yang dia lihat. Jadi kendala sekarang sih lagi susah mengembangkan konfliknya. Tu kan ceritanya kemana-mana, jadi bahas naskah novel gue. Gue juga yang salah ya.

Tapi kalau emang internet gak ada, mau lanjutin nulis maish buntu, mau nulis makalah males, terpaksa deh jadi anak kecil main GTA tadi. Rame sih rame tapi yang gak enaknya kalau gue main pasti anak-anak satu RT pada ngumpul ke gue maau ngeliat yang gue mainin. Yang kesal sama anak-anak pas lagi main itu mereka sok kasih tau gue jalannya padahal gue juga udah tahu kan main GTA udah tamat beberapa kali malah bosan. Yes bahas GTA lagi.


Kalau bosan juga GTA biasa sih nonton film, jangan dilanjutin entar jadi bahas film yang ada di laptop gue.


Pokoknya yang enak itu Wifi saat ada acara di sekolah yang perlu nginap di sekolah. Bisa lama banget tuh Wifinya dan juga gak banyak yang makai jadi makin cepat juga Wifinya. Begh itu udah seperti surga kedua bagi gue, langsung buka fb, twitter, blogger, tentang nasrullah, gmail, yahoo dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Jadi kesimpulannya kalau sehari aja tanpa laptop dan internet itu gak enak, sumpah deh. (Kesimpulannya gitu aja tapi penjelasannya ribet banget). Ok bye...

Karnaval jalan santai Anniversarry SMANPEL

Gue di belakang gak keliatan
Kali gue akan menceritakan sedikit budaya dari sekolah gue saat merayakan hari jadinya yaitu Karnaval jalan santai dengan menggunakan kostum-kostum yang unik dan beda dengan kelas lain. Dalam hari jadi sekolah gue yaitu SMAN 1 Pelaihari (biasa disebut SMANPEL) yang ke 31 dan bertema FRESH (Fantastic, Religius, Energic, Solid, Heroic dan semuanya kagak ngerti).
Bertepatan dengan tanggal 28 april atau bertepatan dengan hari sumpah pemuda (ditambah 6 bulan lagi). Kelas gue kali ini mengenakan kostum sasirangan (pakaian khas kalimantan selatan buat acara resmi jadi kami jadi sok resmi kemaren). Sebelum cerita soal jalan santainya, gue mau bahas tentang ngenesnya gue endapatkan baju sasirangan.
Awalnya semua anak di kelas gue masing-masing diberi kain mentahan jadi belum masakan yang berukuran... berukuran berapa kali berapa kagak tau yang pasti cukup aja lah. Tapi kain tersebut habis di tebus alias beli, mau sok mandiri pakai uang sendiri tapi gak punya, mau kerja harus lihat lowongan kerja di koran dan tertera di koran penawaran jadi Pengacara (gak mau ah banyak bertengkarnya), terus jadi sopir taxi (belum punya SIM), malah ada lowongan jadi Astronot (gak tertarik banget lah). Gak jadi deh mandiri, minta sama orang tua aja uang nya tapi harus merengek dulu baru dapat. Setelah dapat gue ukur tuh badan gue biar dicocokin sama ukuran baju nanti. Kata tukang jahit nya sih minggu sudah jadi, berarti gak apa-apa karena senin dipakainya. Eh pada saat hari minggu tiba, gue samperin tuh tempat tukang jahit nya, eh malah gak ada orangnya, dipanggil-panggil sampai teriak dan dilihatin orang sekitar (sebenarnya gak ada yang peduli sih). Jadi terpaksa besok senin pagi aja.
Keesokan harinya, pagi-pagi buta (paginya udah tua jadi maklum buta) gue samperin lagi tuh tukang jahit dan ternyata ada. Gue tanya gimana keadaan baju gue sehat aja apa gak eh salah maksudnya sudah jadi apa belum gitu. Dan ternyata... jeng... jeng... belum jadi, gue teriak tuh "dasar tukang jahit sialan, katanya minggu udah jadi kok masih belum jadi-jadi aja, gimana sih kembalikan uang saya... saya kan belum bayar... pokoknya sekarang harus jadi" teriak tuh gue tapi dalam hati. Kalo beneran kayak gitu entar pulang tinggal nama aja lagi. Tapi penjahit tampak kasihan dengan gue. Dia bikin tuh baju gue dalam waktu 1 jam saja Woow (serius gak canda nih). Tapi jam menunjukan pukul 8, takut telat kan malu orang udah pada jalan kita lewat, dimana naruh muka.
cowok tuh
Gue sampai sekolah dan acara belum dimulai, "Alhamdulillah" dalam hati. Bertepatan saat sampai tepat sekali acara dimulai dan dimulai dengan upacara pembukaan yang membuat badan gosong karena terik mataharinya. Dilapangan upacara terkumpul lah semua kelas dan kami-kami nih dapat ngeliat kostum kelas lain juga. Ada yang pakai kostum ala dayak, indian, ada yang pakai kostum pocong (horor nih), ada yang kostum zorro, ada yangg pakaian banci, ada yang kostum perang jadul pakai bambu runcing dengan baju didarahnya (kebalik mas). Dan terkahir yang aneh dan lucu, ada yang cewek pakai kostum cowok (biasa), dan cowok pakai kostum cewek yaitu pakai daster dan di kasihnya balon di dalam bajunya buat itu nya tuh (gak usah disebutin). Jadi kayaknya cuma kami yang sok resmi pakai baju sasirangan.

Pasti yang ada di foto entar marah
Dengan menempuh jarak jalan santai yaitu sekitar 3 km berkeliling, kami terus menyorakan yel-yel, teriak-teriak gak jelas malah entar jadi sok religi nyanyi lagu habsy sama lagu sulis. Tapi kami terus semangat dan terus ber yel-yel dari garis start sampai garis finish (sebenarnya gak ada sih garisnya) dengan semua pengorbanan suara, tenaga, pikiran untuk kelas kami dan akhirnya kalah juga. Udah jangan dilanjutin lagi kalah juga, entar tambah sakit hati. Ok bye...